Dedi Mulyadi Dijuluki "Gubernur Konten" Saat Rapat Bersama di DPR
Rabu, 30 April 2025
Pengunggah: Redaksi
News – Julukan “Gubernur Konten” disematkan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam Rapat Gubernur bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa (29/4/2025).
"Yang saya hormati Bu Wamendagri, seluruh gubernur, dan Kang Dedi, Gubernur Konten. Mantap nih Kang Dedi," ujar Rudy dalam forum yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah secara langsung dan daring.
Terkait julukan tersebuy, Dedi kemudian merespons. Ia menjelaskan bahwa konsistensinya dalam membuat konten ternyata berdampak besar, terutama dalam efisiensi anggaran promosi pemerintahan.
“Alhamdulillah, dari konten yang saya kelola, belanja iklan bisa ditekan jauh. Biasanya Pemprov Jabar menghabiskan sekitar Rp 50 miliar untuk kerja sama media. Sekarang cukup Rp 3 miliar tapi viral terus,” jelas Dedi.
Data belanja media menunjukkan penurunan signifikan, dari Rp 49,3 miliar pada 2023, turun menjadi Rp 19 miliar di 2024, dan kini hanya Rp 3,1 miliar pada 2025.
Channel YouTube-nya, Kang Dedi Mulyadi Channel, sudah aktif jauh sebelum ia menjabat gubernur. Dengan 6,79 juta subscriber dan lebih dari 4.200 video, kanal ini jadi senjata utama membangun komunikasi dua arah dengan publik.
Tak hanya YouTube, akun Instagram-nya @dedimulyadi71 juga jadi magnet publik, dengan pengikut tembus 3 juta akun per April 2025, salah satu yang tertinggi di kalangan politisi.
Diketahui, lontennya beragam, mulai dari blusukan, menanggapi isu lokal, hingga menjelaskan kebijakan strategis seperti pendidikan karakter berbasis militer.
Uniknya, tak semua kegiatan ini diberitakan media, tapi terekam lengkap di sosial media pribadinya.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, menekankan bahwa peran media massa tetap vital dalam menjaga kualitas informasi yang akurat dan berimbang.
“Media massa punya kode etik jurnalistik yang menjamin akurasi dan kredibilitas. Ini penting demi membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” kata Ono.
Di tengah derasnya arus informasi digital, strategi Dedi Mulyadi memang layak dicatat. Bukan sekadar pencitraan, tapi tentang bagaimana komunikasi publik bisa dilakukan dengan efisien dan tetap berdampak.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang sisw...
NewsRabu, 04 Februari 2026
Sengketa tanah yang terjadi di antara PT Hadji Kalla milik Jusuf Kalla (JK) dengan PT Gowa Makassar Tourism Devel...
NewsKamis, 20 November 2025
News - Sobat youtz sudah tahu belum bahwa salah satu dari calon presiden kita kali ini ada yang merupakan seorang...
NewsSelasa, 06 Februari 2024
News - Ramai di Media Sosial (Medsos) X, Melki Sedek Huang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia...
NewsSelasa, 19 Desember 2023
News – Jakarta kembali masuk dalam daftar 10 ibu kota paling berpolusi di dunia pada 2024.Dalam Laporan World A...
NewsKamis, 13 Maret 2025
Kinerja PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang 2025 mengalami tekanan yang tidak ringan. Laba bersih perusahaan t...
NewsKamis, 26 Maret 2026
News - Kehadiran Muhammadiyah di Kecamatan Samalanga, Bireuen, Ace sudah sejak tahun 1930. Awalnya hubungan Muham...
NewsSabtu, 21 Oktober 2023
News — Filipina bagian selatan diguncang gempa berkekuatan 6,3 magnitudo hari ini, Selasa (24/6/2025), guncanga...
NewsSelasa, 24 Juni 2025
News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat...
NewsSabtu, 08 Maret 2025
News - Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango, mengungkapkan fakta mengejutkan terk...
NewsSenin, 09 Desember 2024